Aku Di FB

|

Senin, 06 Juni 2011

PROSPEK TUMBUHAN OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGHANCURKAN BATU GINJAL (UROLITIKUM)

  Penyakit batu ginjal merupakan suatu penyakit yang banyak diderita oleh rakyat Indonesia , yaitu suatu penyakit dimana terdapatnya endapan yang mengeras (membatu) didalam ginjal. Disebut juga penyakit kencing batu dan dalam istilah asing disebut renal stone, urolithiasis atau calculus urinaria. 
Batu-batu ini tidak saja terdapat di dalam ginjal tetapi batu yang ada di ginjal dapat turun ke saluran dibawahnya, yaitu uriter, kandung kemih (buli-buli) dan saluran kencing terluar (urethra) dan dapat juga terjadi langsung di kandung kemih.   Gejala-gejala yang dapat ditimbulkan oleh penyakit ini adalah perasaan nyeri di daerah pinggang ataupun di daerah saluran kencing lainnya. Rasa nyeri ini mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat tergantung dari besar kecilnya batu yang terbentuk. Gejala-gejala lain diantaranya adalah pengeluaran urine tidak lancar, urine kadang-kadang disertai dengan keluarnya darah karena luka-luka yang ditimbulkan oleh gesekan antara batu dan dinding saluran kencing. 
 ANATOMI DAN FISIOLOGI GINJAL   Fungsi mempertahankan keadaan internal tubuh (yaitu homeostatis cairan tubuh dan pengaturan keseimbangan asam basa) terutama oleh ginjal. Ginjal merupakan dua buah organ berbentuk kacang polong yang terletak dibelakang selaput rongga perut (retro peritoneal) pada kedua belah sisi tulang belakang agak disebelah Atas pinggang. Kedua organ ini dipertahankan posisinya oleh jaringan yang mengikat pada bagunan disekitarnya. Masing-masing ginjal mempunyai panjang kurang lebih 11-13 cm, lebar 5-7,5 cm, tebal 2,5 cm dan berat antara 115170 gram.  Dalam proses pembentukan air seni, ginjal mengekskresikan produk limbah metabolisme dari dalam tubuh, mengatur keseimbangan cairan serta elektrolik dan keseimbangan asam basa, dan mengendalikan tingkat konsentrasi berbagai konstituen padat dalam cairan tubuh. Fungsi homestatik ginjal dimungkinkan lewat berbagai mekanisme yang terlibat dalam proses produksi air seni yang berlangsung di sepanjang nefron, yaitu proses penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali ( reabsorbsi), sekresi dan pengasaman (asidifikasi).  
SEBAB-SEBAB TERJADINYA BATU GINJAL
1. Pengeluaran yang relatif berlebihan dari bahan tak terlarut kedalam urine. a. Tingginya kadar kalsium dalam urine (hipercalsinuria). b. Tingginya kadar oksalat dalam urine (hiteroxaluria). c. Tingginya kadar asam urat dalam urine. d. Tingginya kadar sistin dalam urine (hipersistinurial).
 2. Perobahan-perobahan yang terjadi pada urine. a. Peninggian konsentrasi senyawa yang terdapat dalam urine. 
b. Pengaruh PH, keasaman urine normal sekitar PH 5,5-6,0, ini dapat berobah menjadi asam atau basa karena pengaruh makanan atau kelainan-kelainan yang terjadi pada ginjal.
c. Zat-zat koloidal dalam urine dapat menahan garam-garam pada keadaan lewat  jenuh (supersaturasi) sehingga memperbesar kemungkinan pembentukan batu.
  Menurut komposisinya, batu ginjal dapat dikategorikan sebagai berikut : (1) Kalsium oksalat, (2) kalsium oksalat yang bercampur dengan kalsium frosfat dalam bentuk hidroksiapatit, (3) kalsium fosfat monohidrat, (4) magnesium amonium fosfat, (5) asam urat, (6) sistin, dan (7) batu dengan komposisi lain (misalnya ksantin dan silikat).  Walaupun batu kalsium fosfat monohidrat sangat jarang ditemukan, batubatu lain yang mengandung kalsium merupakan penyebab (66%) dari keseluruhan kasus batu ginjal. Batu berikutnya yang sering dijumpai adalah batu yang tersusun dari magnesium amonium fosfat (15%), selanjutnya batu asam urat serta batu sistin (10%) dan akhirnya batu yang digolongkan lain-lain (9%).  Sedangkan bentuk batu ginjal ada yang licin, kasar, bulat dan ada yang bercabang-cabang sepeti tanduk rusa. Permukaannya ada yang tajam sehingga dapat menimbulkan luka pada dinding saluran kencing.  
PENGOBATAN   
Kalau diperhatikan sampai sekarang pengobatan yang paling ampuh untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal adalah dengan melakukan operasi atau menghancurkannya dengan menggunakan peralatan canggih yang berteknologi tinggi untuk membuang batu ginjal yang terdapat didalam ginjal atau saluran kencing teruitama untuk batu ginjal yang telah tumbuh menjadi besar. Tetapi hal ini banyak membawa resiko dan juga memerlukan biaya besar sehingga banyak penderita beralih atau memilih cara penyembuhan dengan mempergunakan obatobatan, terutama untuk batu ginjal yang masih kecil.  Padaumumnya obat-obatan yang beredar dipasaran untuk menghancurkan batu ginjal berupa obat medern maupun obat tradisional berasal dari tumbuhtumbuhan obat tradisional yang biasa tumbuh di Indonesia. Hal ini sangat mendukung tugas pemerintah untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat, sesuai dengan bab. IV pasal 7 UU Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan.  Jumlah penduduk Indonesia yang hampir 200 juta dan sebanyak 80% tinggal dipedesaan serta banyaknya desa-desa terpencil yang belum terjangkau oleh sarana kesehatan, maka sebagai pengganti obat-obatan modern tentunya adalah obatobatan tradisional yang sebagian besar terbuat dari tumbuh-tumbuhan, yang sangat melimpah di Indonesia.